Amal Baik Dibalas 10, Amal Buruk Diiringi 10


Ulama klasik abad 5 Hijriah Abd al-Rahman ibn al-Jawzi (w. 579 H) mewanti-wanti di dalam kitabnya Bahr al-Dumu’. Diriwayatkan bahwa Sahabat Umar ibn al-Khattab r.a. berkata: Janganlah kalian terlena oleh firman Allah:

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ
Barang siapa melakukan amal baik, ia mendapat sepuluh kali lipatnya dan barang siapa melakukan amal buruk, ia mendapat semisalnya.[1]

Meskipun hanya berbalas satu, amal buruk diiringi oleh sepuluh hal tercela:
1.      Membuat Allah murka padahal Dia-lah penguasa diri pelaku.
2.      Membuat Iblis senang.
3.      Menjauhi surga.
4.      Mendekati neraka.
5.      Menyakiti sesuatu yang paling dicinta, yaitu diri sendiri.
6.      Mengotori diri yang sebelumnya bersih.
7.      Mengecewakan para malaikat pendamping
8.      Membuat Nabi Saw. sedih dalam kuburnya.
9.      Mempersaksikan diri yang berdosa kepada jagat raya; dan
10.  Berkhianat kepada seluruh manusia dan durhaka kepada Tuhan alam semesta.[2]



[1] Q.S al-An’aam: 160
[2] Abd al-Rahman al-Jawzi, Bahr al-Dumu’, terj. Fauzi Faisal Bahresy (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2007).

Reaksi:

0 komentar: