Perbandingan Antara Kurikulum 2013 Dan 2006

A. Perbandingan Kurikulum 2013 dengan KTSP 2006
Tema Kurikulum 2013 adalah kurikululum insan yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang: produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, kerampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Dibawah ini merupakan perbandingan Kurikulum 2013 dengan KTSP 2006. Perbandingan tersebut disajikan dalam tabel (Kemendiknas, 2013). Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum:[1]
Elemen
Ukuran Tata Kelola
KTSP 2006
Kurikulum 2013


Guru
Kewenangan
Hampir mutlak
Terbatas
Kompetensi
Harus tinggi
Sebaiknya tinggi, bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku
Bebasan
Berat
Ringan
Efektivitas waktu untuk kegiatan pembelajaran
Rendah (banyak waktu untuk persiapan)
Tinggi


Buku
Peran penerbit
Besar
Kecil
Variasi materi dan proses
Tinggi
Rendah
Variasi harga/bebas siswa
Tinggi
Rendah
Siswa
Hasil pembelajaran
Tergantung sepenuhnya pada guru
Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah


Pemantauan
Titik penyimpangan
Banyak
Sedikit
Besar penyimpangan
Tinggi
Rendah
Pengawasan
Sulit, hampir tidak mungkin
Mudah
Penyusunan Silabus
Guru
Hampir mutlak (dibatasi hanya oleh SK-KD)
Pengembangan dari yang sudah disiapkan
Pemerintah
Hanya sampai SK-KD
Mutlak
Pemerintah daerah
Supervisi penyusunan
Supervisi pelaksanaan


Penyediaan Buku
Penerbit
Kuat
Lemah
Guru
Hampir mutlak
Kecil, untuk buku pengayaan
Pemerintah
Kecil, untuk kelayakan penggunaan di sekolah
Mutlak untuk buku teks, kecil untuk buku pengayaan


Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Guru
Hampir mutlak
Kecil, untuk pengembangan dari yang ada pada buku teks
Pemerintah daerah
Supervisi penyusunan dan pemantauan
Supervisi pelaksanaan dan pemantauan
Pelaksanaan Pembelajaran
Guru
Mutlak
Hampir mutlak
Pemerintah daerah
Pemantauan kesesuaian dengan rencana (variatif)
Pemantauan kesesuaian dengan buku teks (terkendali)
Penjaminan Mutu
Pemerintah
Sulit, karena variasi terlalu besar
Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama

Adapun langkah penguatan tata kelola dilakukan dengan: (1) menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari buku siswa, dan buku guru; (2) menyiapkan guru supaya memahami pendayagunaan sumber belajar yamg telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan; (3) memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembelajaran.
Terdapat pergeseran pola pikir atau pandangan dalam perumusan KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 dapat dilihat dari tabel berikut:[2]
No
KTSP 2006
Kurikulum 2013
1
Standar kompetensi lulusan diturunkan dari standar isi
Standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan
2
Standart isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran (standar kompetensi lulusan mata pelajaran) yang dirinci menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran

Standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata peajaran

3
Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan

Semua mata pelajaran harus berkonstribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan

4
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran

Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai

5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah

Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)


B.  Perbedaan Esensial Kurkulum 2013 dengan KTSP 2006
Perubahan dan pengembangan Kurikulum sekolah dilakukan agar peserta didik mampu bersaing di masa depan, dalam konteks nasional maupun global. Perubahan dan pengembangan Kurikulum 2013 dapat dikaji perbedannya dengan KTSP 2006, dalam tabel-tabel berikut ini:[3]
Perbedaan Esensial Kurikulum SMP
KTSP 2006
Kurikulum 2013
Status
Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, ketampilan, pengetahuan)
Benarnya
Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain da memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas
Benarnya
Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carier of knowledge
Idelanya
Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda
Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar
Idealnya
TIK adalah mata pelajaran sendiri
TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain.
Baiknya

Menghadapi berbagai perbedaan tersebut, dilakukan langkah penguatan tata kelola dengan cara menyiapkan beberapa hal sebagai berikut:[4]
1.      Buku pedoman pembelajaran yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Guru.
2.      Guru dilatih untuk memahami pendayagunaan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat dimanfaatkan.
3.      Pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah terhadap pelaksanaan pembelajaran.


REFERENSI
Mulyasa, E. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hosnan, M. Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. 2014.





[1]E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), h. 167-168.
[2]M. Hosnan, Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), h. 181.
[3]E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013…ibid., h. 172.

Reaksi:

0 komentar: